Showing posts with label sejarah antropologi. Show all posts
Showing posts with label sejarah antropologi. Show all posts

Tuesday, 3 April 2012

KONSEP – KONSEP KEBUDAYAAN

KONSEP – KONSEP KEBUDAYAAN

A. Sejarah Konsep Kebudayaan sampai Abad ke-19

Konsep kebudayaan pertama kali dibuat oleh Herodotus (400 SM). Ia menuliskan mengenai kebudayaan dan perbedaan ras daerah Persia, Timur Tengah, Asia dan Afrika. Konsep ini terus berkembang dan pada akhir masa kegelapan di Eropa banyak bangsa Eropa yang menjelajahi wilayah di luar Eropa untuk mencari sumber daya alam dan juga mengadakan kontak dengan budaya baru.


Pada zaman pencerahan (abad ke-18), banyak filsuf dan ilmuwan dari Eropa yang mempercayai bahwa kebudayaan maju beriringan dengan kemajuan di seluruh bidang dalam kehidupan manusia. Pada abad ke-19 di Eropa banyak penemuan ilmiah mengenai kebudayaan.

1. Sir John Lubbock membagi tingkatan kebudayaan berdasarkan kemajuan teknologi,yaitu :
a. Paleolitik (batu tua)
b. Neolotik (batu muda)
c. Zaman perunggu
d. Zaman besi
Lubbock juga menyatakan bahwa bentuk lain kemajuan kebudayaan seperti moralitas dan spiritualitas berkembang beriringan dengan tingkatan kemajuan teknologi.

2. Herbert Spencer menjelaskan bahwa evolusi manusia didasarkan kepada perjuangan untuk bertahan hidup, ras yang lemah digantikan oleh ras yang kuat. Namun, Ia tidak sependapat dengan Darwin yang membuat bangsa Eropa lebih tinggi dari bangsa lain di dunia yang berakhir dengan kolonialisme.

3. Lewis Henry Morgan memperkenalkan teori evolusi kebudayaan yang lain, Ia berusaha menampilkan berbahai aspek budaya seperti struktur keluarga, bentuk perkawinan, kategori kekerabatan, kepemilikan properti, bentuk pemerintahan, teknologi, dan sistem produksi makanan. Morgan membagi tahap kebudayaan yang disebutnya periode evolusi etnis dan membaginya menjadi: kebiadaban (Savagery) (dengan tiga tahapan: Bawah, Tengah, dan Atas), Barbar (Barbarism) (juga dengan tiga tahap), dan peradaban (Civilization). Morgan tidak percaya pada teori yang mempromosikan rasisme, sukuisme, atau eksploitasi. Namun, seperti kebanyakan lainnya Morgan juga percaya bahwa ras, kebangsaan, bahasa, dan budaya Eropa lebih unggul daripada bangsa lainnya.

B. Perkembangan Konsep Kebudayaan pada Abad ke 20

a. Fungsionalisme
Sosiolog Perancis Emile Durkheim mengembangkan teori budaya yang sangat mempengaruhi antropologi. Durkheim mengusulkan bahwa agama berfungsi untuk memperkuat solidaritas sosial. Ketertarikan dalam hubungan antara fungsi-budaya masyarakat dikenal sebagai fungsionalisme yang kemudian menjadi tema utama di Eropa, dan Inggris khususnya, antropologi. Fungsionalis budaya melihat budaya sebagai kumpulan bagian terpadu yang bekerja sama dengan masyarakat untuk tetap berfungsi. Fungsionalis Inggris, seperti Bronisław Malinowski dan AR Radcliffe-Brown, kemudian dikenal sebagai antropolog sosial karena mereka tertarik bekerja diantara masyarakat. Mereka menulis Etnografis secara rinci yang menjelaskan bahwa setiap aspek budaya dan struktur sosial.

b. Materialisme
Awal 1930-an di Amerika beberapa antropolog mengembangkan ketertarikan baru pada materi, atau ekonomi, dan ekologi dasar budaya. Antropologi ini menekankan pentingnya menemukan bagaimana alam lingkungan, teknologi, dan bagaimana cara orang memproduksi dan mendistribusikan kebutuhan mereka, seperti makanan, pengaruh dari budaya lain. Mereka yang mengusulkan busaya materi, terutama yang berkaitan dengan aspek yang membuat hidup dan menentukan bentuk budaya secara keseluruhan.

c. Antropologi Simbolis
Berawal pada akhir tahun 1960, kelompok antropolog lain mulai memfokuskan studi mereka pada simbol penting dalam budaya tertentu. Bentuk antropologi ini kemudian dikenal sebagai Antropologi simbolis atau interpretif. Antropolog simbolis, seperti antropolog Inggris Victor Turner dan antropolog Amerika Clifford Geertz, telah berusaha untuk menjelaskan arti khusus untuk orang-orang menetapkan benda, perilaku, dan emosi. Alih-alih mencari logika yang universal untuk semua budaya, antropolog simbolis telah mencoba untuk menemukan logika internal yang spesifik yang digunakan orang-orang yang untuk menafsirkan budayanya sendiri.

d. Postmodernisme
Pada tahun 1980-an dan 1990-an beralih ke beberapa antropolog yang lebih radikal interpretif pada perspektif budaya, umumnya dikenal sebagai postmodernisme. Postmodernisme mempertanyaan apakah tujuan pemahaman budaya lain mungkin. Ini dikembangkan sebagai reaksi modernisme, yang merupakan pendekatan ilmiah dan rasional untuk memahami dunia ditemukan di sebagian besar etnografi.

Antropolog postmodern menunjukkan bahwa semua orang membangun budaya melalui sebuah proses yang sama dengan menulis, membaca, dan interpretasi dari teks. Dari pandangan ini, orang terus berdebat satu sama lain tentang makna seluruh aspek budaya, seperti kata-kata, ritual, dan konsep. Orang di Amerika Serikat, misalnya, sudah lama berdebat atas masalah-masalah budaya seperti apa yang itu keluarga, apa peran perempuan dan laki-laki dalam masyarakat, dan apa fungsi yang harus dilakukan pemerintah federal. Antropolog sekarang banyak belajar dan menulis tentang jenis pertanyaan, bahkan dalam masyarakat mereka sendiri.

Daftar Sumber :
Bodley, John H. "Culture." Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.
Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.

HUBUNGAN ANTARA ANTROPOLOGI DENGAN ILMU SEJARAH

 Hubungan antara Antropologi dengan Ilmu Sejarah
Oleh: Bimo Adriawan

Apa itu Antropologi
Antropologi berasal dari bahasa Yunani anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu, jadi secara bahasa antropologi bisa berarti ilmu yang mempelajari manusia. Objek kajian antropologi meliputi :

a. Manusia sebagai mahluk biologis, yaitu:
1. asal-usul manusia
2. evolusi (perkembangan biologis manusia)
3. keanekaragaman ras pada saat ini

b. Manusia sebagai mahluk sosial budaya, yaitu :
1. asal mula dan perkembangan kebudayaan
2. keanekaragaman kebudayaan saat ini

Sebagai ilmu, antropologi juga mempunyai tujuan, yaitu:
1. Antropologi bertujuan untuk memperoleh pengertian yang luas mengenai manusia,
2. Memperoleh generelisasi tentang perilaku manusia dan untuk membuktikan kebenaran teori-teori yang sudah dikenal di bidang lainnya.


A.2 Sejarah Singkat Antropologi
Antropologi berawal dari etnologi (etnos:bangsa dan logos:ilmu, bahasa Yunani) bukan dari filsafat. Sejarahnya, berawal dari tulisan mengenai bangsa-bangsa yang ditulis oleh para penjelajah dan para pelaut. Penulisan mengenai bangsa-bangsa ini meliputi deskripsi ciri fisik dan kehidupan sosial bangsa itu. Pada abad ke-15 M, ketika eropa mengalami masa renaissance dimana ilmu pengetahuan mengalami kemajuan dan pelayaran mulai dilakukan oleh orang-orang Eropa juga memberikan dampak bagi kemajuan etnologi. 

Banyak tulisan yang dihasilkan pada masa itu dan objeknya adalah orang-orang di luar Eropa yang dianggap primitif. Perkembangan selanjutnya, etnologi digunakan oleh orang-orang Eropa untuk melakukan kolonisasi. Baru sekitar tahun 1951 di Paris,Perancis diadakan simposium mengenai etnologi yang kemudian berubah menjadi antropologi. 

Dalam simposium tersebut dibahas mengenai objek, ruang lingkup, dan metode. Hasilnya, objek kajian antropologi yang semula hanya masyarakat primitif di luar Eropa saja menjadi masyarakat pedesaan di seluruh benua termasuk Eropa, objek kajian ini terus bertahan hingga saat ini.

B. Apa itu Ilmu Sejarah
Sejarah berasal dari bahasa Arab, syajara berarti terjadi, syajarah berarti pohon, dalam bahasa Inggris dikenal history yang berasal dari bahasa Yunani dan Latin historia, dalam bahasa Yunani histor atau istor berarti orang pandai. Pengertian sejarah secara terminologis adalah rekonstruksi masa lalu. Perlu diketahui pengertian sejarah adalah:

1. Sejarah sebagai peristiwa (sejarah objektif)
Ciri-cirinya adalah:
a. Hanya satu kali terjadi
b. Unik dan khas
c. Tidak bisa diulang

2. Sejarah sebagai kisah (sejarah subjektif)
a. Sejarah hasil rekonstruksi sejarawan
b. Bisa ditulis berapapun sesuka hati tergantung penulis
Objek kajian ilmu sejarah sendiri adalah manusia dalam dimensi waktu. Sejarah juga mempunyai kegunaan, yaitu :

1. Guna intrinsik
a. Sejarah sebagai ilmu
b. Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau
c. Sejarah sebagai pernyataan pendapat
d. Sejarah sebagai profesi

2. Guna ekstrinsik
Berupa fungsi pendidikan, yaitu: moral,penalaran,politik,kebijakan,masa depan,keindahan, ilmu bantu. Selain pendidikan juga berfungsi sebagai latar belakang,rujukan, dan bukti.

B.2 Sejarah singkat Ilmu Sejarah
Ilmu sejarah memiliki pengertian sebagai rekonstruksi masa lalu. Khususnya di Eropa, kegiatan ini dilakukan oleh Herodotus, yang menulis The History of Persian Wars (Sejarah Peperangan Orang Persia). Herodotus adalah seorang Yunani yang hidupnya berkelana di sekitar daerah Yunani sampai Laut Hitam. Dalam perjalanannya ini ia menulis mengenai bangsa-bangsa yang dikunjunginya dan juga menulis mengenai perang orang-orang Persia. Oleh karena itu ia disebut sebagai Bapak Sejarah. 

 Kegiatan penulisan sejarah ini dilanjutkan oleh Thucydides, Polybius, Julius Caesar, Titus Livius, Augustine, Orosius, Otto of Friesing, Niccolo Machiavelli, Jean Mabillon, David Hume, Voltaire, Edward Gibbon, Leopold von Ranke, Marc Bloch, Henri Pirenne, James Harvey Robinson, Ibn Khaldun, Al-Tabari, Sima Qian. Dengan banyaknya yang menulis sejarah, metode sejarah pun semakin berkembang dan sejarah pun menjadi semakin jelas keilmiahannya.

C. Hubung kait antara Antropologi dengan Ilmu Sejarah
Antropologi sebagai salah satu dari ilmu sosial memiliki kaitan dan sumbangan kepada ilmu sejarah begitu juga sebaliknya. Dalam penulisan sejarah, sejarawan tidak jarang menggunakan teori dan konsep ilmu sosial lain, termasuk antropologi. Sejarawan banyak meminjam konsep antropologi diantaranya ialah, simbol, sistem kepercayaan, folklore, tradisi besar, tradisi kecil, enkulturasi, inkulturasi, primitif, dan agraris.
Sementara itu, sumbangan Ilmu sejarah terhadap antropologi adalah, sejarah sebagai kritik, permasalahan sejarah, dan pendekatan sejarah.

1. Sejarah sebagai kritik terhadap generalisasi ilmu-ilmu sosial
Dalam ilmu-ilmu sosial termasuk di dalamnya antropologi seringkali melakukan generalisasi terhadap suatu permasalahan sosial yang terkadang tidak bersifat universal. Karena secara kenyataan historis terdapat perbedaan di berbagai tempat.

2. Permasalahan sejarah bisa menjadi permasalahan ilmu-ilmu sosial
Hakikatnya, sejarah mempelajari mengenai tingkah laku manusia. Jadi, jelas berkaitan karena ilmu-ilmu sosial termasuk antropologi membahas manusia sebagai mahluk sosial budaya sudah pasti manusia tersebut memiliki masa lalunya sendiri. Disitulah titik temu antara kajian antropologi dengan ilmu sejarah. Dari titik temu tadi maka permasalahan sejarah yang berkaitan dengan ilmu sosial bisa juga dikaji oleh ilmu sosial yang bersangkutan.

3. Pendekatan ilmu sejarah bersifat diakronis
Jika ilmu sosial bersifat sinkronis maka ilmu sejarah bersifat diakronis. Hal tersebut jelas menambah sudut pandang baru dalam ilmu sosial. Dalam kajian antropologi pun bisa bersifat diakronis dalam memahami misalnya suatu kebudayaan pada saat ini.

D. Kesimpulan
Antropologi dan Ilmu Sejarah sangat berkaitan satu sama lain. Antropologi menyumbangkan banyak teori untuk ilmu sejarah terutama pada konsep mengenai simbol, sistem kepercayaan, folklore, tradisi besar, tradisi kecil, enkulturasi, inkulturasi, primitif, dan agraris. Sementara itu, ilmu sejarah pun menyumbangkan kritiknya terhadap generalisasi ilmu-ilmu sosial, permasalahan sejarah yang juga bisa dikaji oleh ilmu sosial lain, dan diakronis. Jadi,Antropologi dan Ilmu Sejarah memiliki keterkaitan dan saling mendukung satu sama lainnya.

DAFTAR SUMBER:
Kuntowijoyo.2005.
Pengantar Ilmu Sejarah.Cetakan ke-5.Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Lubis, Nina H. 2008.
Historiografi Barat.Cetakan ke-3.Bandung: Satya Historika.

Bodley, John H. "Anthropology." Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.

Partner, Nancy F. "History and Historiography." Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.

Materi Kuliah Pengantar Antropologi dari Bapak Dade Mahzuni, M.Si.

Materi Kuliah Filsafat Sejarah dari Bapak Dr. Mumuh Muchsin Z. 

Try Out Online Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) I Bahasa Indonesia

Selamat datang di halaman Try Out Online Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) I Bahasa Indonesia. Di sini para siswa bisa berlatih menjawab s...